Self Bias



1. Foto Hardware [Kembali]


ALAT

1. Multimeter




2. Power Supply AC dan DC





BAHAN

1. Resistor






2. Transistor



3. jumper

4. Kapasitor




2. Prosedur Percobaan[Kembali]

  1. Buatlah rangakain seperti gambar 2.4 dengan sumber DC.
  2. Atur Vcc sebesar 12 Volt Dc.
  3. Hidupkan power supply dan ukur parameter RB, RC, RE, VRB, VRC, VRE, VB, VC, VE, VBE, VCE, IB, dan IC serta dicatat ke dalam tabel.

3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja[Kembali]



Vidio Simulasi Self Bias



Pada rangkaian transistor Self Bias, Tegangan VCC nya adalah 12V dimana arusnya akan mengalir ke R1 (VRB) lalu menuju ke kaki base transistor dan akan didapatkan VBE diatas 0,6 V dan transistor aktif. Lalu arus akan mengalir ke kaki emitor, lalu ke R3 (VRE) dan berakhir di ground. Dan karena transistor aktif maka arus VCC juga akan mengalir ke R2 (VRC) lalu menuju ke kaki kolektor, lalu ke kaki emitor, lalu ke R3 (VRE) dan berakhir di ground

4. Kondisi[Kembali]

Vcc sebesar 12 Volt

Menghitung parameter Rb, Rc, Re, Vrb, Vrc, Vre, Vb, Vc, Ve, Vbe, Vce, Ib, Ic

5. Video Demo[Kembali]


Vidio Demo Self Bias


Vidio Penjelasan Blog








6. Download File[Kembali]

  1. Download File Rangkaian (1) klik disini
  2. Download Video Simulasi (1) klik disini
  3. Download Datasheet Multimeter klik disini
  4. Download Datasheet Resistor klik disini
  5. Download Datasheet Transistor klik disini
  6. Download Datasheet Baterai klik disini
  7. Download Datasheet Kapasitor klik disini
  8. Download Tugas Pendahuluan klik disini
  9. Download  Video Demo klik disini
  1. Download Vidio Penjelasan klik disini
  1. Download Laporan Akhir klik disini

 


Fixed Bias



1. Foto Hardware [Kembali]

ALAT

1. Multimeter



2. Power Supply AC dan DC




BAHAN

1. Resistor







2. Transistor




3. jumper


4. Kapasitor

.





2. Prosedur Percobaan[Kembali]

  1. Buatlah rangkaian seperti gambar 2.3 dengan sumber DC.
  2. Atur Vcc sebesar 12 Volt DC.
  3. Hidupkan power supply dan ukur parameter RB, RC, VRB, VRC, VB, VC, VBE, VCE, IB, dan IC serta dicatat ke dalam tabel

3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja[Kembali]



Vidio Simulasi Fixed BIas



Pada rangkaian transistor fixed bias, VCC yang digunakan adalah 12V dimana arusnya akan mengalir ke R1 (VRB) lalu menuju ke kaki base transistor, tegangan yang diperoleh di transistor akan didapatkan diatas 0,6 v sehingga transistor aktif, lalu arus akan mengalir ke kaki emitor dan berakhir di ground. Dan karena transistor aktif maka arus VCC akan mengalir juga ke R2 (VRC) lalu menuju kaki kolektor transistor lalu mengalir ke kaki emitor dan berakhir di ground.


4. Kondisi[Kembali]

Vcc sebesar 12 Volt

Menghitung parameter Rb, Rc, Re, Vrb, Vrc, Vre, Vb, Vc, Ve, Vbe, Vce, Ib, Ic


5. Video Demo[Kembali]


Video Demo Fixed Bias


Vidio Penjelasan Blog







6. Download File[Kembali]

  1. Download File Rangkaian (1) klik disini
  2. Download Video Simulasi  (1) klik disini
  3. Download Datasheet Multimeter klik disini
  4. Download Datasheet Resistor klik disini
  5. Download Datasheet Transistor klik disini
  6. Download Datasheet Baterai klik disini
  7. Download Datasheet Kapasitor klik disini
  8. Download Tugas Pendahuluan klik disini
  9. Download Video Demo  klik disini
  1. Download Vidio Penjelasan klik disini
  1. Download Laporan Akhir klik disini



Modul 2 Transistor

Modul 2




MODUL 2

TRANSISTOR

1. Pendahuluan[Kembali]

Transistor adalah komponen semikonduktor yang paling banyak digunakan pada peralatan elektronik. Ada banyak fungsi transistor, seperti penguat arus, pemutus, penyambung, stabilitas tegangan, dan modulasi sinyal. Hampir semua perangkat elektronik menggunakan transistor sebagai komponennya.

Shockley berhasil menyusun teori mengenai transistor persambungan dalam tahun 1949 dan piranti yang pertama dihasilkan dalam tahun 1951. 

Pada sebuah rangkaian amplifier, transistor berfungsi untuk mengkonversi sinyal yang lebih besar menjadi sinyal yang lebih kecil. Ukuran sinyal yang berubah menjadi besar dengan cara mengubah besar amplitudo sinyal. Seperti pada rangkaian mikrofon yang berfungsi merubah energi suara menjadi energi listrik

 2. Tujuan[Kembali]  

  1. Mengetahui prinsip kerja transistor.

  2. Mengetahui prinsip kerja dan karakteristik dari rangkaian fixed bias.

  3. Mengetahui prinsip kerja dan karakteristik dari rangkaian self bias.

  4. Mengetahui prinsip kerja dan karakteristik dari rangkaian voltage divider bias.

  5. Mengetahui prinsip kerja Class A Amplifier

  6. Mengetahui prinsip kerja Regulator Power Supply.       

3. Alat dan Bahan[Kembali]             

  1. Transistor 2N3904


  1. Resistor 1K, 10K, 560 ohm


  1. DC Power supply


  1. Multimeter


  1. Jumper

                                                                                                           

4. Dasar Teori[Kembali]

Transistor adalah komponen berbahan semikonduktor yang digunakan sebagai penguat, sirkuit pemutus, penyambung arus (switching), stabilisasi tegangan, dan modulasi sinyal. Pada umumnya transistor memiliki 3 terminal yaitu basis (B), emitter (E), dan collector (C). Berdasarkan susunan semikonduktor yang membentuknya, transistor dibedakan menjadi dua tipe, yaitu:

1. Transistor NPN Transistor ini disusun oleh bahan semikonduktor tiga lapis yang terdiri dari dua bahan tipe N dan satu bahan tipe P. 

2. Transistor PNP Transistor ini disusun oleh bahan semikonduktor tiga lapis yang terdiri dari dua bahan tipe P dan satu bahan tipe N.



Daerah operasi transistor


Berdasarkan kurva hubungan VCE, IC, dan IB diatas, terdapat beberapa region yang menunjukkan daerah kerja transistor, yaitu: 

1. Daerah Potong (Cutoff) 

Pada kondisi cutoff, arus Basis (IB) = 0 dan arus Kolektor (IC) = 0, hal ini dikarenakan pada emitter dan kolektor menerima reverse bias. 

2. Daerah Saturasi

Pada kondisi saturasi, arus Kolektor (IC) akan mencapai harga maksimum, tanpa bergantung kepada arus Basis (IB), dan βdc, hal ini dikarenakan pada emitter dan kolektor menerima forward bias. 

3. Daerah Aktif 

    Pada kondisi aktif, terjadi sifat-sifat yang diinginkan, dimana :

4. Daerah Breakdown 

    Kondisi breakdown ini dapat terjadi ketika arus Kolektor (IC) melebihi spesifikasi yang diperbolehkan, kondisi breakdown ini dapat mengakibatkan kerusakan pada transistor, maka daerah ini harus dihindari.

B. Pemberian Bias pada BJT 

    Istilah bias dimaksudkan penerapan tegangan dc untuk menetapkan tingkat arus dan tegangan tetap. Tegangan dan arus yang dihasilkan menyatakan titik operasi (quiescent point) atau titik Q yang menentukan daerah kerja transistor. Terdapat beberapa jenis pemberian bias pada BJT, sebagai berikut:

1. Fixed Bias

Fixed bias yaitu, arus bias IB didapat dari VCC yang dihubungkan ke kaki B melewati tahanan R


2. Self Bias

Self Bias adalah arus input didapatkan dari pemberian tegangan input VBB


3. Voltage Divider Bias

Voltage-divider Bias adalah arus bias didapatkan dari tegangan di R2 dari hubungan VCC seri dengan R1 dan R2 .Untuk mencari arus IB maka dilakukan perubahan dengan memakai metoda thevenin sehingga menghasilkan rangkaian penggant


  1. Aplikasi Transistor


  1. Class A amplifier

Amplifier kelas A adalah jenis amplifier di mana transistor (atau perangkat penguat lainnya) selalu beroperasi dalam mode aktif (linear) sepanjang siklus sinyal input. Amplifier Kelas A memiliki satu transistor, amplifier ini digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan linieritas tinggi dan memiliki daya yang cukup.





Prinsip Kerja :


·         Transistor dalam Mode Aktif: Dalam amplifier kelas A, transistor tidak pernah sepenuhnya mati (cut-off) atau jenuh (saturation). Ini berarti transistor selalu berada dalam kondisi aktif, memungkinkan arus untuk mengalir terus menerus.



·         Arus Bias Tinggi: Amplifier kelas A di-bias dengan arus yang cukup tinggi sehingga sinyal input dapat digeser di sekitar titik operasi yang linear. Ini menghasilkan distorsi yang sangat rendah dan reproduksi sinyal yang sangat akurat.


2.    Regulator Power Supply

Power supply dengan regulator adalah sistem yang menyediakan tegangan keluaran stabil meskipun ada variasi dalam tegangan masukan atau beban yang dihubungkan. Regulator bertugas menjaga tegangan output konstan dan melindungi perangkat elektronik yang terhubung dari kerusakan akibat fluktuasi tegangan.

 

Terdapat 2 jenis regulator daya :


·      Regulator Linear

       Regulator linear menggunakan komponen aktif seperti transistor atau op-amp untuk membatasi tegangan output. Regulator linear unggul dalam beberapa hal seperti desain yang sederhana, dan noise rendah, akan tetapi memiliki efisiensi yang  rendah karena membuang kelebihan daya sebagai panas.


·         Regulator Switchind

      Regulator Switching mengubah tegangan input ke bentuk sinyal AC dengan frekuensi tinggi menggunakan switching transistor, kemudian menurunkannya menggunakan transformator, dan akhirnya menstabilkan tegangan output dengan komponen filter.Keunggulan dari regulator switching antara lain efisiensi yang tinggi, dan dapat menghasilkan berbagai tegangan output. Kekurangan dari regulator 


 

 

UTS

[menuju akhir]


SOAL- SOAL TUGAS PENGGANTI UTS

 1. Soal Nomor 1 [Kembali]

Rancanglah suatu rangkaian aplikasi sederhana (revisi tugas besar kelompok anda-dengan sensor berbeda >=2 dari teman sekelompok anda) yang terdiri dari 5 atau lebih input sensor dan output ( seperti motor, heater, fan, lampu dll) dikendalikan oleh 1 atau lebih sensor, dengan melibatkan kontrol yang memakai transistor dan op amp

Jawaban : Download Disini


2. Soal Nomor 2 [Kembali]

Rancanglah suatu rangkaian pembangkit sinyal gigi gergaji dengan Vp-p = 2,5 volt dengan frekuensi 15 KHz

Jawaban : Download Disini


3. Soal Nomor 3 [Kembali]

Rancanglah Suatu rangkaian HPF +60 dB/dec

Jawaban : Download Disini

Laporan Akhir Projek

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja 2. Flowchart dan Listing Program 3. Video Demo ...